Bu Suryadi & kegiatan rutinnya

Lakukan pekerjaan yang bermanfaat, luangkan waktu untuk menjalankannya

Berikut tulisan yang saya ambil dari bps.go.id yang sangat berguna

Apa itu PODES (Potensi Desa) ?
Kemampuan atau daya/kekuatan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan dalam wilayah otonomi desa.

Apa itu data Podes ?
Satu-satunya data yang berurusan dengan wilayah/tata ruang dengan basis desa/ kelurahan.

Tujuan Podes ?
• Tersedianya data yang potensi/keadaan pembangunan di desa/ dan perkembangannya meliputi keadaan social, ekonomi, sarana dan prasarana, serta potensi yang ada di desa/kelurahan.
• Menyediakan data untuk berbagai keperluan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan perencanaan regional (spasial) di setiap daerah.
• Melengkapi penyusunan kerangka sampling/sampling frame untuk kegiatan statistik lebih lanjut.
• Menyediakan informasi bagi keperluan penentuan klasifikasi/ updating desa urban dan rural, desa tertinggal dan tidak tertinggal.
• Menyediakan data pokok bagi penyusunan statistik wilayah kecil (small area statistics).

Tahun berapa pertama sekali Podes dilakukan ?
Pada Tahun 1980 bersamaan dengan SP1980

Kapan pengumpulan data Podes dilakukan ?
Selalu diintegrasikan dengan kegiatan Sensus dan mendahului satu tahun sebelum sensus, misal untuk Podes SE2006 dilakukan pada tahun 2005.

Mengapa kegiatan Podes harus diintegrasikan dengan kegiatan Sensus ?
• Menghemat biaya dan lebih efisien.
• Sensus sebagai kendaraan yang dipakai, datanya dapat mewakili (Time Series maupun Cross Sectional) Cross Sectional = Sampelnya udah beda, juga data yang dikumpulkan beda.

Apakah BPS pernah melaksanakan Podes tanpa diintegrasikan dengan Sensus ?
Penah, yaitu Podes Inti pada pertengahan tahun 1994 dan 1995 untuk penentuan desa tertinggal/tidak tertinggal.
Siapakan Konsumen data Podes ?
Peneliti, Institusi Pemerintah, Perusahaan, mahasiswa/pelajar, Lembaga-lembaga internasional, dalam rangka mengenali berbagai potensi dan kemajuan pembangunan di setiap desa/kelurahan.

Siapakah responden dari data Podes ?
Kepala Desa/Lurah, staf yang ditunjuk atau narasumber lain yang relevan.
Cakupan wilayah pendataan Podes SE2006 yang dilaksanakan pada bulan April 2005 meliputi :
Seluruh desa/kelurahan atau nama lain (nagari) di Wilayah Republik Indonesia termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Tertinggal (PMT).
Metode Pengumpulan Data untuk Podes
Dilakukan dengan cara sensus (complete enumeration). Pencacahan dilakukan melalui wawancara langsung oleh petugas pencacah.

Potensi Desa. Mungkinkah ada desa yang tidak mempunyai potensi sama sekali ?
Mungkin, bila mempunyai potensi, tetapi belum diberdayakan/dimanfaatkan sehingga tidak menonjol secara ekonomi, digolongkan sebagai tidak punya potensi.
Sifat desa menurut asal pembentukannya yaitu Das Sein dan Das Solen
• Das Sein (Bersifat realita) biasanya satu desa adalah wilayah tunggal seperti yang ada di Jawa. Dari sisi hukumnya disebut Gemeenchap (Desa tunggal)
• Das Sollen (Bersifat ideal) yang biasanya, satu wilayah desa terdiri dari beberapa desa. Dalam pandangan hukum Strek Gemeenchap mempunyai cirri, komoditis dan kesepakatan bersama (Inilah dasar pembentukan Nagari di Sumbar dan Marga di Sumatera Bagian Selatan)
Jenis data yang dikumpulkan pada Podes SE2005 ini adalah
1. Keterangan umum desa/kelurahan,
2. Kependudukan, dan Ketenagakerjaan,
3. Perumahan dan Lingkungan Hidup,
4. Antisipasi dan Kejadian Bencana Alam,
5. Pendidikan dan Kesehatan,
6. Sosial budaya,
7. Rekreasi, Hiburan dan Olah Raga,
8. Angkutan, Komunikasi dan Informasi,
9. Penggunaan lahan,
10. Ekonomi,
11. Politik dan Keamanan, dan
12. Keterangan kepala desa/kelurahan.
Dengan Jumlah rincian 298 yang sebelumnya sebanyak 455 rincian.
Apa perbedaan data Podes dengan data dari hasil Survei BPS lainnya dari sisi pemenfaatan dalam pembangunan ?
• Data Podes adalah data keruangan (spasial), merupakan satu-satunya sumber data yang lebih menekankan pada penggambaran situasi wilayah (regional) dan pendekatan sektoral. Misal Desa A, apa perlu dibangun daerah sebagai pusat pertumbuhan, yang selanjutnya disusul sector terkait (perdagangan, kesehatan, dll.)
• Hasil Survei BPS misalnya Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Penduduk Antar Sensus (Supas), Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Survei Perusahaan Perkebunan, Survei Lahan, Survei Struktur dan Usaha Tani (SOUT), Survei Ternak Besar/Kecil, Survei Tahunan Perusahaan Konstruksi, Survei Harga-Harga, Survei Biaya Hidup, Survei Triwulanan Kegiatan Usaha, dll. Semua survei diatas pendekatannya dengan rumah tangga, walaupun diaplikasikan dalam ruang (Kabupaten/Kota).

Apakah data Podes memiliki kecermatan yang tinggi sebagai true measurement dan sebagai data indikatif (Sinyal) ?
• Data factual infrastruktur/fasilitas diharapkan akurat, misalnya mengenai Jumlah sekolah negeri dan sekolah swasta, letak geografis desa/kelurahan apa di pesisir/tepi laut atau bukan, mayoritas pemeluk agama, gedung bioskop, dll.
• Spektrum data Podes adalah data umum, multiguna dan memberikan indikasi awal (sinyal) tentang fakta-fakta potensi, fasilitas serta kondisi social-ekonomi dan budaya disetiap desa/kelurahan. Misal dalam rangka pengentasan kemiskinan dilihat dari banyaknya keluarga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai, Jumlah keluarga yang menggunakan listrik, tempat buang air besar bukan jamban, air minum/memasak dari air sungai atau air hujan.

Apa Visi dan Misi Podes SE2006 ?
Sebagai sumber rujukan bagi perencana di pusat dan daerah untuk menyusun indicator perbandingan kemajuan pembangunan antar wilayah (propinsi, kabupaten/kota, dan desa/kelurahan) dan juga sumber rujukan informasi wilayah bagi para investor.

Apa focus khusus pada pendataan Podes SE2006 ?
Fokus pada kepentingan daerah secara umum (propinsi, kabupaten/ kota, dan desa/kelurahan) dan investor. Rinciannya lebih disederhanakan tanpa mengesampingkan relevansi substansinya.

Mengapa data Podes sebaiknya jangan dibandingkan dengan data hasil pengukuran dari pendekatan rumahtangga (survei lainnya) ?
Karena data Podes hanyalah untuk mengindikasikan fakta di tingkat spatial kecil atau data sinyal/indikatif yang bukan untuk diagregasikan, (misalnya data tentang luas, produksi, kuantitas rumahtangga/individu).

Mengapa masing-masing daerah perlu mulai merancang PODESDA ?
Karena Podes yang dikembangkan oleh BPS (Pusat) adalah Podes Nasional yang menggambarkan fakta-fakta umum Nasional, sedang daerah masing-masing perlu merancang data yang lebih spesifik dengan mempertimbangkan dimensi budaya local setempat.

Mengapa data Podes perlu disosialisasikan dengan lebih efektif ?
Karena peranan data Podes di masa yang akan datang cukup strategis, terutama yang berkaitan dengan kewilayahan sesuai adanya Otonomi daerah, kaitannya dengan UU No. 32 tahun 2004. BPS Pusat dan Daerah mempunyai komitmen bersama bahwa data Podes adalah salah satu produk unggulan BPS.
Keterisolasian dan Keterbelakangan Desa dapat dikembangkan dari Podes dari rincian apa?
• Daya jangkau penduduk desa ke pusat-pusat perekonomian (dengan melihat jarak desa ke ibukota kec/kab)
• Ketersediaan fasilitas/infrastruktur seperti listrik, jalan raya, fasilitas kesehatan, dikaitkan dengan keadaan topografi desa (misal Persentase desa yang ada listrik menurut desa pesisir, bukan desa pesisir, desa di daerah aliran sungan dll.
• Persentase desa yang masyarakatnya belum mampu akses ke fasilitas kredit.

Peluang Investasi dapat dikembangkan dari Podes dari rincian apa ?
• Dengan mengaitkan antara potensi yang ada dengan komoditi unggulan yang berkembang disetiap desa.
• Ketersediaan stok lahan yang ada di desa berikut fasilitas yang tersedia.

Desa dengan Penduduknya yang Miskin (proxy kasar) dapat dikembangkan dari Podes dari rincian apa ?
Jumlah/persen desa yang sebagian besar penduduknya menggunakan kayu bakar untuk memasak, buang air besar di jamban umum atau bukan jamban, keperluan air untuk masak dari sumber air sungai/ sumur tidak terlindung.

Transformasi ekonomi dari Agraris ke non Agraris dapat dikembangkan dari Podes dari rincian apa ?
Banyaknya desa yang memiliki kegiatan industri besar, sedang dan kecil. Kegiatan perdagangan seperti keberadaan kompleks pertokoan, pasar permanen. Persen masyarakat dengan sumber penghasilan utama bukan dari sektor pertanian, dll.

Akulturasi Budaya dapat dikembangkan dari Podes dari rincian apa ?
Persentase desa yang penduduknya telah mengenal kawin campur antar suku (ini untuk melihat terjadinya prosesakulturasi budaya, semakin tinggi persentasenya cendrung dianggap semakin baik, karena masyarakatnya semakin akulturatif dan terbuka).
Bencana Alam : Early Warning Podes dapat dikembangkan dari rincian apa?
Desa-desa yang rawan longsor, dengan tanah kritis, gempa bumi, banjir dan sejenisnya.
Tantangan Pembangunan Nasional dan Sumbangsih Podes
• Menciptakan grand strategy bagi upaya pembangunan kota-kota kecil dan desa-desa besar untuk dikembangkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan.
• Demokrasi tidak akan tumbuh tanpa kekuatan civil society yang kuat. Refleksi kekuatan masyarakat madani akan dapat dilacak dengan keberadaan lembaga lembaga social dan LSM di setiap desa.
• Suatu bangsa akan sangat rapuh tanpa modal social (social capital) yang kuat. Indikasi modal social sebagian dapat dikaji melalui tingkat integrasi social, institusi social dan trust (melalui gotong-royong) serta problem social (informasi tentang judi) yang juga dideteksi melalui pendekatan Podes.
Apabila anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Podes Sensus Ekonomi 2006, silahkan kontak:
E-mail : bpshq@bps.go.id

5 Komentar»

  FERDIE wrote @

no coment

  bundari wrote @

yah no comment kok ditulis see, ngga ada kaliman lain apa?

  hendra purwana wrote @

Mbak, bagaimana cara membaca data Podes? Saya mendapat kopian tentang data desa yg saya teliti, namun kurang mengerti cara membacanya. Mohon petunjuk. Terima kasih.

  bundari wrote @

Terimakasih Mas. Boleh tahu apa format data tersebut? sehingga saya bisa mencoba menjawab pertanyaan Mas Hendra, atau kirimkan ke sunda35@yahoo.com.

  onoy wrote @

gimana caranya supaya bisa dapet data podes ?? mintanya itu kira2 kmna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: