Bu Suryadi & kegiatan rutinnya

Lakukan pekerjaan yang bermanfaat, luangkan waktu untuk menjalankannya

Arsip untuk Renungan

Acara Manaqib Kedok

Sabtu Pahing 31 Oktober 2009 pukul 14.00 WIB, Jamaah Akhwat Kedok (Ibu-Ibu PKK) sudah banyak berdatangan di Gedung SDI Riyadlul Mubtadiin Kedok Turen. Terlihat Ibu-Ibu sangat bersemangat untuk menghadiri kegiatan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jailani qaddasallahu sirrahu yang sudah rutin dilaksanakan setiap Hari Sabtu Pahing di SDI.

Acara diawali dengan lantunan do’a berupa pembacaan Surah al Fatihah berjamaah untuk keluarga jamaan yang telah berpulang mendahului kita. Dzikir Tawassul Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang diimami oleh Ustadzah Hj. Muniroh, menyusul manqobah mengenai kebiasaan Syekh Abdul Qodir Al Jailani setiap malam.

Ketika Dzikir Tawassul selesai dilantunkan, kegiatan ditutup dengan do’a seiring terlihat para jamaah meneteskan air mata.

Iklan

Halal Bi Halal dan Pembukaan pertemuan PKK

Pada Hari Minggu tanggal 11 Oktober 2009 pertemuan rutin diawali  dengan acara Halal bihalal di rumah Ibu Suliati (Pembina PKK dari Kecamatan)  memang merupakan acara yang rutin digelar setiap tahun pada bulan Syawal.

Tujuan utamanya adalah untuk saling bermaafan dan menjalin silaturahmi hingga bisa mewujudkan suasana lingkungan keluarga yang harmonis, akrab, dan penuh sentuhan nilai kekeluargaan.

Alhamdulillah, ada sekitar 90 orang yang berkenan hadir, dan dilengkapi dengan hadirnya Ibu Ketua TP PKK Desa Kedok (Ny. Etti Kuncoro)beserta Staf Pengurus, meskipun ada beberapa Ibu yang tidak sempat datang karena ada acara yang tak bisa ditinggalkan. Termasuk Ibu Ketua TP PKK Kecamatan (Ny. Suwadji).

Tepat pukul 15.00 WIB, acara pun dimulai dengan susunan acara: 1).pembukaan; 2) pembacaan Sholawat; 3) sambutan ketua panitia; 4) hikmah halal bihalal oleh Ibu Hajah Muniroh;  5) arisan;  6) mushafahah (bersalam-salaman); dan penutup.

Semua Ibu yang hadir menyatu dalam momen yang sarat dengan sentuhan nilai keakraban dan kekeluargaan; sirna sudah rasa dendam atau kebencian. Kesalahan dan dosa yang menumpuk selama satu tahun pun seperti berguguran ketika menyatukan tangan dalam sentuhan yang penuh keharuan. Semuanya saling memaafkan dengan ketulusan hati yang (nyaris) sempurna.

Hikmah Halal bi Halal yang disampaikan oleh Ibu Hajah Muniroh membuat acara tambah semakin bermakna. Dalam uraian hikmahnya Ustadzah menjelaskan bahwa bersilaturrahmi setelah Ied merupakan pembentukkan keperibadian  sehingga orang yang menjalin dan dijalin silatur rahmi dalam keadaan suci, tidak ada dendam (satru=bhs jawa) sadar dan ikhlas untuk memaafkan dan dimaafkan serta memperbaiki hubungan yang telah kusut.

Kurang lebih pukul 16.30 WIB acara pun berakhir dan pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan yang gembira dan suka cita.